Agen Tiket Pesawat Termurah dan Tercepat

Kami Pastikan Tiket Yang Kami berikan untuk anda adalah yang termurah,silakan anda cek di website airlane

Pelayanan Pesan Tiket 24 Jam

Kami Adalah Agen Resmi PT MMBC Tour dan Travel yang dipercaya untuk melayani setiap Pesanan Tiket Pesawat secara online maupun offline dan realtime 24jam

Tiket Pesawat Domestik maupun Internasional

Domestik : Garuda,Sriwijaya,Nam air,Lion Air,BatikAir,Wings Air,Malindo Air,Thai Lion,KalstarExpress,AirAviastar,Trigana,Transnus,aAir Asia,Tiger Air,Jetstar,Firefly,Timor Air,Susi Air dan International : Emirat, Etihad, Singapore Airline, Qatar, cathay dll

Hubungi Kami

Mobile : 0813-1094-1063 Pin BB : 5255FFBB Email : Orens.eticket@gmail.com

ORENS-ETICKET

keamanan dan Kenyamanan pelanggan adalah suatu kebahagian bagi kami

Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Maret 2015

Setelah Musim Salju Taman ini Akan Berubah Menjadi Taman Lautan

2374619D00000578-2847258-The_Green_Lake_in_the_village_of_Trag_in_Styria_is_only_around_a-13_1416834234318



Kita tidak asing tentunya dengan taman yang di hiasi oleh banyak pohon, bunga-bunga, adu sungai. Namun pasti tidak semua orang tahun tentang adanya taman bawah air di dunia ini. Tempat ini bisa majasi taman bawah air ataupun taman – taman biasa.

Pic shows: The Green Lake in the village of Tragöß in Styria.\n\nSpectacular images that show how a summer park becomes a lake each spring complete with underwater trees have been captured by two divers.\n\nThe snaps were taken at the Gruener See, or Green Lake as it is called in English, located in the southern Austrian province of Styria.\n\nDuring the summer and late winter the lake, located near the town of Tragoss at the foot of the snow-capped Hochschwab mountains, is only around a metre deep and the surrounding area is part of the country park. It is a favourite location for hikers and campers, but all of it vanishes underwater in the spring when the winter snow starts to melt, sending waters flooding down from the nearby mountain range.\n\nTrees have adapted to being underwater for upwards of a month every year at a time, with the water typically around 12-metres-deep through most of the spring.\n\nAnd as these spectacular images show it creates an eerie landscape which in the                            
Gruener See atau Green Lake merupakan taman biasa yang tiba-tiba bisa berubah menjadi taman lautan. Mengapa demikian ? Karena di tempat ini memiliki dua musim yakni musim dingin dan musim panas. Ketika mus dingin daerah di sekitar akan membeku sampai-sampai terbentuk salju. Bahkan  Pegunungan pegunungan akan tertutup salju.

The images show how a summer park becomes a lake each spring complete with underwater trees
                                       
Tempat ini merupakan lokasi favorit bagi para pejalan kaki dan tempat berkemah. Namun ketika musim semi, salju mencair dan airnya akan menenggelamkan tempat tersebut. Taman yang tadinya hijau berubah menjadi lautan, seluruh pohon dan bangku-bangku taman rendam oleh air. Kejadian ini biasanya terjadi selama satu bulan dalam satu tahun.

Trees have adapted to being underwater for upwards of a month every year at a time, with the water typically around 12-metres-deep through most of the spring
                                          
Dilaporkan Daily mail, dua fotografer  underwater terkemuka du dunia, Gerald Kapfer dan Harald Hois mengabadikannya. Meskipun dulunya adalah sebuah taman, namun di tempat ini memiliki beberapa hewan air, namun pepohonan dan pernak-pernik taman juga masih ada.

Pic shows: Freshwater trout in the Mitterweissenbach.\n\nSpectacular images that show how a summer park becomes a lake each spring complete with underwater trees have been captured by two divers.\n\nThe snaps were taken at the Gruener See, or Green Lake as it is called in English, located in the southern Austrian province of Styria.\n\nDuring the summer and late winter the lake, located near the town of Tragoss at the foot of the snow-capped Hochschwab mountains, is only around a metre deep and the surrounding area is part of the country park. It is a favourite location for hikers and campers, but all of it vanishes underwater in the spring when the winter snow starts to melt, sending waters flooding down from the nearby mountain range.\n\nTrees have adapted to being underwater for upwards of a month every year at a time, with the water typically around 12-metres-deep through most of the spring.\n\nAnd as these spectacular images show it creates an eerie landscape which in the crystal
          
The photographs are part of the project to highlight Austria's investment in making sure it's rivers, streams and lakes remain crystal clear 
                                              
Two of Austria's leading underwater photographers, Gerald Kapfer and Harald Hois, photographed the unique underwater landscape
                                       
Foto-foto tersebut di pamerkan oleh mereka. Banyak orang yang tidak percaya dengan hasilnya. Karena kebanyakan orang mengira bahwa foto di ambil bukan di negara Austria, melainkan di negara Maladewa. Taman Green Sia merupakan taman negara terletak di provinsi Styria, Austria. Tempat ini terletak di dekat pegunungan Hochschwab.

The inhabitants of the Austrian forest have to adapt as the snow melts and the landscape becomes underwater
                                               
(sumber : http://uzone.id)


*Mau Dapat Uang Setiap Hari ? joint web-web dibawah ini ! dijamin 99% PaidVerts

Jumat, 20 Maret 2015

GUNUNG BROMO






Jangan katakan Anda pernah ke Jawa Timur bila belum menapakkan kaki di gunung api yang indah ini. Gunung Bromo di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki keunikan dengan pasir laut seluas 5.250 hektar di ketinggian 2392 m dpl. Anda dapat berkuda dan mendaki Gunung Bromo melalui tangga dan melihat Matahari terbit. Lihatlah bagaimana pesona Matahari yang menawan saat terbit dan terbenamnya akan menjadi pengalaman pribadi yang mendalam saat Anda melihatnya secara langsung.

Gunung Bromo berasal dari kata Brahma (salah seorang Dewa agama Hindu). Bromo merupakan gunung api yang masih aktif dan terkenal sebagai icon wisata Jawa Timur. Gunung ini tidak sebesar gunung api lainnya di Indonesia tetapi memiliki pemandangannya yang spektakuler dan dramatis. Keindahannya yang luar biasa membuat wisatawan yang mengunjunginya akan berdecak kagum.





Dari puncak Gunung Penanjakan di ketinggian 2.770 m, wisatawan dari seluruh dunia datang untuk
melihat sunrise Gunung Bromo. Pemandangannya sungguh menakjubkan dan yang akan Anda dengar hanya suara jepretan kamera wisatawan saat menangkap momen yang tidak bisa didapatkan di tempat lain. Saat sunrise sangat luar biasa dimana Anda akan melihat latar depan Gunung Semeru yang mengeluarkan asap dari kejauhan dan matahari bersinar terang naik ke langit.




Gunung Bromo dihuni oleh masyarakat suku Tengger yang meyakini bahwa Gunung Bromo merupakan tempat dimana seorang pangeran mengorbankan hidup untuk keluarganya. Masyarakat di sini melakukan festival Yadnya Kasada atau Kasodo setahun sekali dengan mempersembahkan sayuran, ayam, dan uang yang dibuang ke dalam kawah gunung berapi untuk dipersembahkan kepada dewa. 


Untuk sampai ke Gunung Bromo, Anda dapat terbang dari bandara internasional Juanda Surabaya. Sriwijaya Air terbang dua kali sehari dari Jakarta ke Malang.

Dari sana, Anda dapat melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo dengan memesan travel agent atau mengendarai mobil dengan rute Surabaya-Pasuruan-Wonokitri-Gunung Bromo.  Perjalanaan ini menghabiskan waktu 2 sampai 3 jam.

Terdapat tiga pintu masuk lain selain jalur di atas, yaitu Desa Cemorolawang bila Anda melalui jalur lewat Probolinggo, Desa Ngadas bila Anda melalui jalur lewat Malang, dan Desa Burno bila lewat jalur dari Lumajang. Kesemua jalur ini dapat ditempuh dengan nyaman di atas kendaraan roda empat.

Biasanya rute-rute atau jalur yang digunakan ialah:
1. Pasuruan – Warung Dowo – Tosari – Wonokitri – Gunung Bromo, berjarak 71 km.
2. Malang – Tumpang – Gubuk Klakah – Jemplang – Gunung Bromo, berjarak 53 km.
3. Malang – Purwodadi – Nongkojajar – Tosari – Wonokitri – Penanjakan, berjarak 83 km.

Agar sampai tepat waktu untuk melihat sunrise, sebaiknya Anda berangkat dengan sedikit perhitungan waktu, atau dapat menginap di salah satu hotel di Prigen, Tretes untuk memastikan Anda berada di lereng kawah sebelum sunrise.


Saat di Bromo, bila Anda tidak menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan 4X4 selalunya tersedia untuk membawa Anda dengan penyewaan yang cukup lumrah untuk mendapatkan pengalaman lain seperti ini. Memang agak mahal bila pergi dan menanggung semua biayanya sendiri. Saat berkelompok, beban biaya akan semakin ringan.


 
*Mau Dapat Uang Setiap Hari ? joint web-web dibawah ini ! dijamin 99% PaidVerts

Festival Pasola


Merupakan festival tahunan yang dirayakan masyarakat Sumba Barat  saat memulai masa tanam.
Festival ini juga menjadi wisata budaya di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur .
 
Dalam perayaan ini, masing-masing kampung akan beradu ketangkasan dengan menunggang kuda sambil melempar lembing ke lawan sampai lawan berdarah,festival Pasola ditentukan berdasarkan bulan serta melalui rapat para Rato (pendeta adat). biasanya diadakan pada bulan februari dan maret.
Selain itu, penentuan juga bisa dilakukan dengan cara melihat tumbuhan-tumbuhan tertentu yang berbunga pada saat menjelang Festival Pasola.
 
Perayaan ini sebenarnya untuk menyambut masa panen dan memprediksi hasil panen. Semakin banyak darah keluar saat Pasola, masyarakat setempat percaya hal itu berarti hasil panen berlimpah.


Festival Pasola  biasanya dirayakan Di tiga kecamatan Sumba Barat, yaitu Kecamatan Wanokaka, Lamboya, dan Gaura.ada dua tradisi atau ritual yang juga merupakan pelengkap Pasola yaitu, tradisi Bau nyale  dan ritual Pajura. Bau Nyale diadakan pagi hari sebelum Pasola. Bau nyale merupaka tradisi menangkap cacing laut.tradisi tersebut menjadi istimewa dan sakral, lantaran cacing nyale yang ditangkap dipercaya sebagai jelmaan seorang putri bernama Putri Mandalika.

Sementara tengah malam, diadakan ritual Pajura. Pajura merupakan adu tinju antar kampung. Para peninju adalah anak-anak muda dengan menggunakan sarung tinju terbuat dari alang-alang.

*Mau Dapat Uang Setiap Hari ? joint web-web dibawah ini ! dijamin 99%
PaidVerts

Bukit Lawang



Di kenal sebagai bagian kecil dari pilar penyangga paru paru dunia hutan hujan tropis taman nasional gunung leuser dimana letak bukit lawang berada, bukit lawang merupakan gerbang anda menjelajahi keberagaman flora dan fauna di kawasan konservasi hutan gunung leuser.

Tujuan di dirikannya tempat ini sebagai perlindungan, penangkaran dan penelitian beragam macam species khususnya species langkah seperti primata orang utan dan gajah sumatera.

Karena terkenal sebagai tempat yang mempunyai fungsi kawasan konservasi dan pelesatarian hewan- hewan langkah menjadikan tempat ini kian populer bagi kalangan pecinta alam khususnya.

Terletak di desa bukit lawang, bahorok kabupaten langkat sumatera utara, bukit lawang dapat anda tempuh kurang lebih hingga dua jam tiga puluh menit dengan menempuh jarak 80 km, perjalanan yang anda temui cukup berkelok dan berbukit perjalanan akan melewati Medan - Binjai - Kuala - Tanjunglangkat - Salapian hingga ke kecamatan bahorok dari bahorok anda tak jauh lagi dengan menuju barat daya kawasan desa bukit lawang.

Indahnya deretan bukit barisan yang menaungi dimana kawasan taman nasional gunung leuser berada rerimbunan hutan lebat dengan beragam koleksi vegetasi dan keunikan satwa satwanya, sedikit keindahan itu dapat kamu temui di desa bukit lawang, desa ekowisata yang menawarkan ragam kegiatan wisata menarik.

Mengenal kehidupan orang hutan di penangkaran salah satu kegiatan menarik, anda hanya dapat melihat dari kejauhan bagaimana primatan ini diajarkan hidup di hutan jika dilepas liarkan, untuk berinteraksi seperti berpegang atau berfoto sendiri tidak diperbolehkan.



Bagi penyuka tantangan seperti trekking bukit barisan anda dapat melakukannya, tentunya petualangan ini sangat menarik, kita dapat melihat interaksi satwa primata orang utan yang benar benar berada di alam liar, medan cukup berat basah berlumpur, menajak hingga turunan curam dapat anda temukan, persiapan fisik sangat diperlukan jika anda memulai tantangan satu ini.

Dan untuk pecinta arum jeram anda dapat menaklukan arus anak sungai bahorok dengan menggunakan prahu karet jalur yang dapat dilalui cuku berat dengan arus sungai yang deras bagi anda pemula sangat tidak disarankan melakukan kegiatan ini selain berbahaya kekompakan tim perlu diuji.

Untuk memulai wisata,perencanaan menjadi hal yang utama,lokasi ini merupakan kegiatan ekowisata yang menjajal stamina fisik,jika kegiatan anda trekking ada baiknya membawa lotion nyamuk untuk endemik malaria,air mineral,serta obat-obatan,dan untuk pakaian sebaiknya anda menggunakan celana panjang jika tak mau kaki anda di rayap lintah hutan.

Cobalah melihat jadwal pemberian makanan satwa satwa konservasi di kantor penangkaran, jika beruntung anda dapat memberimakan bersama penjaga satwa.


*Mau Dapat Uang Setiap Hari ? joint web-web dibawah ini ! dijamin 99% PaidVerts

Rabu, 18 Maret 2015

7 KEKAYAAN PAPUA BARAT YANG TAK TERNILAI HARGANYA


 1. Kepulauan Raja Ampat

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


- Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 24 tahun 2007 tertanggal 18 April 2007 nama propinsi ini yang sebelumnya bernama Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara  administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Kepulauan Raja Ampat merupakan tempat yang sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai objek wisata, terutama wisata penyelaman. Perairan Kepulauan Raja Ampat menurut berbagai sumber, merupakan salah satu dari 10 perairan terbaik untuk diving site di seluruh dunia. Bahkan, mungkin juga diakui sebagai nomor satu untuk kelengkapan flora dan fauna bawah air pada saat ini.

Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya, dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak di ujung paling barat Pulau Papua, sekitar 50 mil sebelah barat laut Sorong, mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.


Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara Pulau Waigeo dan Pulau Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Tenggara dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Spesies yang unik yang bisa dijumpai pada saat menyelam adalah beberapa jenis kuda laut katai, wobbegong, dan ikan pari Manta. Juga ada ikan endemik raja ampat, yaitu Eviota raja, yaitu sejenis ikan gobbie. Di Manta point yg terletak di Arborek selat Dampier, Anda bisa menyelam dengan ditemani beberapa ekor Pari Manta yang jinak seperti ketika Anda menyelam di Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur. Jika menyelam di Cape Kri atau Chicken Reef, Anda bisa dikelilingi oleh ribuan ikan. Kadang kumpulan ikan tuna, giant trevallies dan snappers. Tapi yang menegangkan jika kita dikelilingi oleh kumpulan ikan barakuda, walaupun sebenarnya itu relatif tidak berbahaya (yang berbahaya jika kita ketemu barakuda soliter atau sendirian). Hiu karang juga sering terlihat, dan kalau beruntung Anda juga bisa melihat penyu sedang diam memakan sponge atau berenang di sekitar anda. Di beberapa tempat seperti di Salawati, Batanta dan Waigeo juga terlihat Dugong atau ikan duyung.

Karena daerahnya yang banyak pulau dan selat sempit, maka sebagian besar tempat penyelaman pada waktu tertentu memiliki arus yang kencang. Hal ini memungkinkan juga untuk melakukan drift dive, menyelam sambil mengikuti arus yang kencang dengan air yang sangat jernih sambil menerobos kumpulan ikan.

Di kawasan gugusan Misool ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan yang diterakan pada dinding batu karang. Uniknya, cap-cap tangan ini berada sangat dekat dengan permukaan laut dan tidak berada di dalam gua. Menurut perkiraan, usia cap-cap tangan ini sekitar 50.000 tahun dan menjadi bagian dari rangkaian petunjuk jalur penyebaran manusia dari kawasan barat Nusantara menuju Papua dan Melanesia.

Sisa pesawat karam peninggalan Perang Dunia II bisa dijumpai di beberapa tempat penyelaman, seperti di Pulau Wai.

Kekayaan keanekaragaman hayati di Raja Ampat telah membuat dirinya memiliki tingkat ancaman yang tinggi pula. Hal itu bisa dilihat dari kerusakan terumbu karang dan hutan. Kerusakan terumbu karang umumnya adalah karena aktivitas penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan seperti bom, sianida dan akar bore (cairan dari olahan akar sejenis pohon untuk meracun ikan).

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, usaha-usaha konservasi sangat diperlukan di daerah ini. Ada dua lembaga internasional yang konsen terhadap kelestarian sumber daya alam Raja Ampat, yaitu CI (Conservation International) dan TNC (The Nature Conservancy). Pemerintah sendiri telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No. 81/KptsII/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.

Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi. Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan, laut Pulau Kofiau, laut Pulau Asia, laut Pulau Sayang dan laut Pulau Ayau.

2. Taman Nasional Lorenz

Taman Nasional Lorenz adalah sebuah Taman Nasional yang terletak di propinsi Papua, Indonesia. Dengan luas wilayah sebesar 2,4 juta Ha, Lorenz merupakan sebuah taman terbesar di Asia Tenggara.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya




Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya. Pada tahun 1999 Taman Nasional Lorenz diterima sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

Wilayahnya juga terdapat persediaan mineral dan operasi pertambangan berskala besar juga aktif disekitar Taman Nasional ini. Ada juga Proyek Konservasi Taman Nasional Lorenz yang terdiri dari sebuah inisiatif masyarakat untuk konservasi komunal dan ekologi warisan yang berada disekitar Taman Nasional Lorenz ini.

Dari tahun 2003 hingga kini, WWF-Indonesia Region Sahul Papua sedang melakukan pemetaan wilayah adat dan Kawasan Taman Nasional Lorenz. Tahun 2003-2006, WWF telah melakukan pemetaan Wilayah Taman Nasional Lorenz yang berada di Distrik (Kecamatan) Kurima Kabupaten Yahukimo dan pada tahun 2006-2007 pemetaan dilakukan di Distrik Sawaerma Kabupaten Asmat.

Nama Taman Nasional ini diambil dari seorang penjelajah asal negeri Belanda Hendrikus Albertus Lorenz yang melewati daerah tersebut pada tahun 1909 yang merupakan ekspedisinya yang ke-10 di Taman Nasional ini.

Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu di antara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti Salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan Vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, Dataran Rendah, dan lahan basah.


7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Baliem.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya

Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat.

Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.

Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka.

Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.

Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.

Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.

Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).

Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.

3. Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%).Taman nasional ini terletak di Teluk Cenderawasih, provinsi Papua Barat.Taman Nasional Teluk Cenderawasih meliputi pulau Mioswaar, Nusrowi, Roon, Rumberpon dan Yoop.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya  Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika daratan pulau di Papua.






Potensi karang Taman Nasional Teluk Cendrawasih tercatat 150 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30,40% sampai dengan 65,64%. Umumnya, ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua zona yaitu zona rataan terumbu (reef flat) dan zona lereng terumbu (reef slope).

 Jenis-jenis karang yang dapat dilihat antara lain koloni karang biru (Heliopora coerulea), karang hitam (Antiphates sp.), famili Faviidae dan Pectiniidae, serta berbagai jenis karang lunak.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih terkenal kaya akan jenis ikan. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Terdapat goa alam yang merupakan peninggalan zaman purba, sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam di Pulau Misowaar, goa dalam air dengan kedalaman 100 feet di Tanjung Mangguar. Sejumlah peninggalan dari abad 18 masih bisa dijumpai pada beberapa tempat seperti di Wendesi, Wasior, dan Yomber. Umat Kristiani banyak yang berkunjung ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), hanya untuk melihat kitab suci terbitan tahun 1898.
  • Pulau Rumberpon
Lokasi Pengamatan satwa (burung), penangkaran rusa, wisata bahari, menyelam dan snorkeling, kerangka pesawat tempur Jepang yang jatuh di laut.
  • Pulau Nusrowi
Menyelam dan snorkeling, wisata bahari, pengamatan satwa.
  • Pulau Mioswaar
Sumber air panas, air terjun, menyelam dan snorkeling, pengamatan satwa dan wisata budaya.
  • Pulau Yoop dan perairan Wondesi
Pengamatan ikan paus dan ikan lumba-lumba.
  • Pulau Roon
Tempat Pengamatan satwa burung, menyelam dan snorkeling, air terjun, wisata budaya, dan gereja tua.


4. Salju Abadi Di Puncak Jayawijaya

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Sejarah terbentuknya Pegunungan Jayawijaya
Menurut teori geologi, awalnya dunia hanya memiliki sebuah benua yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Benua Pangea pecah menjadi dua dengan membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia. Benua Eurasia pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.

Pengendapan yang sangat intensif terjadi di benua Australia, ditambah terjadinya tumbukan lempeng antara lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari pulau dan pegunungan di Papua.

Akibat proses pengangkatan yang terus-menerus, sedimentasi dan disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.

Pegunungan Jayawijaya adalah deretan pegunungan yang terbentang di tengah provinsi Papua Barat dan Papua (Indonesia) hingga Papua New Guinea di Pulau Irian. Ada 6 puncak di pegunungan Jayawijaya: Puncak Jaya (dahulu Puncak Carstenz Pyramide), Puncak Meren, Puncak Northwall, Puncak Ngga Pulu, Puncak Sudirman, dan Puncak Trikora. Puncak dengan salju abadi hanya ada di empat puncak pertama. Tapi sayang salju abadi ini mulai meleleh karena perubahan iklim global.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya



Dari antara 6 puncak di pegunungan ini, Puncak Jaya adalah puncak tertinggi dengan 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl). Bahkan puncak pegunungan Jayawijaya disebut sebagai salah satu dari tujuh puncak benua tersebut. Tapi tahukah kamu kalau yang disebut puncak benua itu dulunya dasar lautan? Buktinya berbagai fosil kerang laut ditemukan di daerah puncak gunung. Jadi yang bermimpi ke puncak-puncak pegungungan Jayawijaya bukan hanya para pendaki tapi juga peneliti geologi dunia.

Rupanya 60 juta tahun yang lalu Pulau Papua masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Singkat cerita dalam waktu berjuta-juta tahun terjadi berbagai aktivitas tektonik dan pengendapan yang menghasilkan daratan Papua yang masih menyatu dengan Australia. Lambat laun daratan ini terpecah-pecah dan menghasilkan pulau dan pegunungan di Papua seperti yang kita kenal sekarang.

Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali dan masih banyak yang belum pernah mendaki puncak tertinggi di Indonesia ini. Jadi kamu pilih yang mana? Jadi pendaki ulung atau peneliti bebatuan ternama? Dua-duanya bisa dilakukan di Pegunungan Jayawijaya.

Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah impian.Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.

Tetapi, siapa yang menyangka jika puncak bersalju itu dahulunya adalah bagian dari dasar lautan yang sangat dalam!.Pulau Papua mulai terbentuk pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan daratan baru yang kini bernama Papua. Saat itu, Papua masih menyatu dengan Australia.

Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.

Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini. Ini juga alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya adalah sebuah pulau yang masih baru.

Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya, diyakininya akan berangsur hilang seperti yang dialami Gunung Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara global yang terjadi di daerah tropis

5. Burung Cendrawasih

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya

Burung Cenderawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung Cenderawasih mulai dari Cenderawasih raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cenderawasih paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cenderawasih manukod jambul-bergulung pada 430 gram.


7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Burung Cenderawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea, termasuk spesies tipenya, Cenderawasih kuning-besar, Paradisaea apoda. Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan.

Hal ini tidak diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga' oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.

Banyak jenis mempunyai ritual kawin yang rumit, dengan sistem kawin jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat kawin. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia memiliki tari perkawinan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang dimorfik seksual bersifat poligami.

Banyak burung hibrida yang dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan kevalidannya.

Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur.


6. Buah Merah

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Buah Merah adalah sejenis buah tradisional dari Papua. Oleh masyarakat Wamena, Papua buah ini disebut Kuansu dengan nama ilmiah Pandanus Conoideus karena Buah Merah termasuk tanaman keluarga pandan-pandanan. Dengan pohon menyerupai pandan dengan tinggi tanaman yang dapat mencapai 16 meter dengan tinggi batang bebas cabang sendiri setinggi 5-8 meter yang diperkokoh akar-akar tunjang pada batang sebelah bawah.

Kultivar buah berbentuk lonjong dengan kuncup tertutup daun buah. Buah Merah sendiri panjang buahnya mencapai 55 cm, diameter 10-15 cm, dan bobot 2-3 kg. Warnanya saat matang berwarna merah marun terang, walau sebenarnya ada jenis tanaman ini yang berbuah berwarna coklat dan coklat kekuningan.

Bagi masyarakat di Wamena, Buah Merah disajikan untuk makanan pada pesta adat bakar batu, Namun banyak juga yang memanfaatkannya sebagai obat tradisional. Buah Merah sejak zaman dahulu secara turun temurun sudah dikosumsi karena berkhasiat banyak dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti mencegah penyakit mata, cacingan, kulit serta dapat meningkatkan stamina.

Penelitian tentang khasiat Buah Merah pertama kali dilakukan oleh Drs. I Made Budi M.S seorang dosen dan ahli gizi di Universitas Cendrawasih (UNCEN) yaitu sempat mengamati secara seksama kebiasaan masyarakat tradisional di Wamena, Timika dan desa-desa kawasan Pegunungan Jayawijaya yang mengkonsumsi Buah Merah.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Pengamatan terhadap masyarakat lokal berbadan lebih kekar dan berstamina tinggi, Padahal hidup sehari-hari secara asli tradisioanl yang serba terbatas dan terbuka dalam berbusana dalam kondisi alam yang keras serta kadang-kadang bercuaca cukup dingin di ketinggian pegunungan. Keistimewaan fisik lainnya yakni jarang terkena penyeakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kanker dan lain-lain.

Pada penelitian lebih lanjut Buah Merah banyak mengandung Antioksidan (kandungan rata-rata) :
  • Karoten (12.000 ppm)
  • Betakaroten (700 ppm)
  • Tokoferol (11.000 ppm)
Disamping beberapa zat lain yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh. antara lain asam oleat, asam linoleat, asam linolenat, dekanoat, omega 3 dan omega 9 yang semuanya merupakan senyawa aktif penangkal terbentuknya radikal bebas dalam tubuh.

Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya penumpukan flek pada arteri. Jadi aliran darah ke jantung dan otak berlangsung tanpa sumbatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi.

Ini meningkatkan jumlah sel pembunuh alami dan memperbanyak aktivitas sel T Helpers dan limposit. Suatu kutipan studi membuktikan konsumsi betakaroten 30-60 mg/hari selama 2 bulan membuat tubuh dapat memperbanyak sel-sel alami pembasmi penyakit.

Bertambahnya sel-sel alami itu menekan kehadiran sel-sel kanker karena ampuh menetralisasikan radikal bebas senyawa karsinogen penyebab kanker.

Dalam beberapa penelitian terbatas yang dilakukan I Made Budi dengan metode pengobatan langsung dengan Sari Buah Merah, peneliti mengungkapkan keberhasilan yang amat tinggi dalam upaya pengobatan yang dilaksanakan terhadap beberapa penyakit.


7. Teluk Triton

Teluk Triton terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Daerah ini dikenal dengan keindahan bawah air yang dikenal sebagai surga bawah laut dan warisan budaya.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya


Dikawasan ini terdapat 959 jenis ikan karang dan 471 jenis karang dimana 16 dari mereka adalah spesies baru. Keindahan karang lunak adalah pemandangan bawah air alami di Teluk Triton. Serta dengan mudah menemukan Bryde's Paus mencari makan.

Melihat gambar kuno dari zaman pra-sejarah disisi dinding gunung sepanjang 1 Km di Maimai, Bryde's Paus di Lobo, dan menyelam atau snoorkeling didekat Temintoi, Selat Iris masih dalam kawasan Teluk Triton adalah SURGA untuk menggambarkan keistimewaan keindahan Teluk Triton di Distrik Kaimana, Papua Barat.

7, Kekayaan, Papua, Barat, Yang, Tak, Ternilai, Harganya

Bagi para pecinta traveling, Teluk Triton bak surga yang menawarkan kesempurnaan. Tak tanggung-tanggung disini anda akan dimanjakan degan berbagai pengalaman yang berbeda.

Menurut data Conservation International (CI) Indonesia pada tahun 2006, Perairan Teluk Triton memiliki 959 jenis ikan karang, 471 jenis karang (16 diantaranya jenis baru) dan 28 jenis udang mantis.

Nah itulah 7 Kekayaan Alam Papua Barat Yang Tak Ternilai Harganya. Semoga menjadikana Tanah Papua Barat menjadikan Surga Di Negerinya sendiri.

(sumber : http://kabarunik.co)

*Mau Dapat Uang Setiap Hari ? joint web-web dibawah ini ! dijamin 99% PaidVerts